Lima Fakta Kehidupan Joyce Lin, Misionaris MAF yang Mengalami Kecelakaan Pesawat di Papua

Print Friendly, PDF & Email

24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. (Yoh. 12:24-25)

Tepat satu minggu yang lalu (12/5/2020), seorang pilot dari lembaga misi MAF meninggal karena pesawatnya mengalami kecelakaan di Papua. Dia sedang menjalankan misi untuk mengantarkan alat-alat rapid test COVID-19 dan juga keperluan sekolah ke sebuah kampung terpencil. Pesawatnya lepas landas pada pukul 06:27 WIT, dan mengabari kondisi darurat dua menit kemudian. Pesawatnya kemudian jatuh di Danau Sentani.

Nama pilot itu adalah Joyce Chaisin Lin

Mari kita mengenal latar belakang kehidupan Joyce dan belajar tentang panggilan Tuhan….

1. Keturunan Taiwan yang Dibesarkan di Amerika Serikat

Joyce adalah warga negara Amerika Serikat. Orang tuanya merupakan imigran asal Taiwan. Joyce menjadi seorang Kristen sejak kecil melalui program penjangkauan yang dilakukan oleh sebuah gereja injili di sana.

Saya yakin, kehidupan multikultural ini banyak membentuk sikap hidup Joyce sehingga dia mau melayani orang-orang Papua, yang secara geografis maupun kultural sangat berbeda jauh. Dia mengerti, Kabar Baik harus disampaikan kepada semua orang. Jangan malah memandang rendah orang-orang yang berbeda dengan kita.

2. Memiliki Latar Belakang Ilmu Komputer dan Pilot

Joyce kuliah di MIT jurusan ilmu komputer (salah satu yang paling top di dunia). Sebagai hobi semasa kuliah, dia meraih lisensi sebagai pilot amatir. Dia kemudian berkarir sebagai officer di US Air Force dan juga di sebuah perusahaan cybersecurity selama 10 tahun.

Apakah semua pengalaman ini dia tinggalkan setelah melayani Tuhan penuh waktu? Sama sekali tidak. Justru semuanya Tuhan pakai dalam pelayanannya di MAF. Maksimalkan setiap masa hidup kita, karena tanpa kita tahu sebelumnya, Tuhan bisa memakainya.

Sumber gambar: hub.maf.org

3. Menempuh Pendidikan di Seminari

Setelah bekerja selama 10 tahun, Joyce merasakan panggilan Tuhan dan menempuh pendidikan teologi di Gordon-Conwell Seminary. Dia mengerti artinya persiapan.

Demikian juga kita. Tidak semua harus sekolah teologi, tetapi semua harus belajar serius. Jangan maunya instan. Tuhan Yesus baru melakukan pelayanan publik-Nya setelah berusia 30 tahun. Paulus pergi ke tanah Arab selama 3 tahun sebelum melakukan pelayanan misinya. Apa yang sudah kita lakukan sebagai persiapan pelayanan?

4. Menerima Panggilan Tuhan Sebagai Pilot Misi

Dalam sebuah wawancara yang diunggah di Youtube, Joyce terpanggil untuk melayani sebagai pilot misi setelah mendengar suara “Kamu harus googling pelayanan misi pilot!” Suara itu begitu jelas, dan itulah satu-satunya suara Roh Kudus yang Joyce pernah dengar secara langsung dalam hidupnya. Anda bisa mendengarkan kesaksiannya melalui video yang saya sertakan pada akhir tulisan ini.

Tidak semua mendapat pengalaman seperti ini. Yang penting, kita harus peka terhadap firman Tuhan dan keadaan sekitar. Dengan begitu, Roh Kudus akan menuntun kita untuk selalu melakukan hal-hal yang bernilai kekal.

5. Melayani Hingga Akhir di Tanah Papua

Joyce sempat magang di MAF pada tahun 2010 dan baru melayani di Papua sejak tahun 2019. Sempat belajar bahasa di Salatiga. Pada bulan Mei 2020, Tuhan memanggilnya pulang.

Apakah pelayanannya berakhir? Tidak. Sebagai orang percaya, Joyce (juga kita semua) akan melanjutkan pelayanannya kepada Tuhan dalam kekekalan. Bentuk spesifiknya seperti apa, Alkitab tidak menjelaskannya. Tetapi ini cukup untuk membuat kita mawas diri, apakah yang sedang kita lakukan akan memiliki makna dalam kekekalan?

Sumber gambar: hub.maf.org

Refleksi

Apakah pengorbanan Joyce, yang memiliki pendidikan dan karir yang luar biasa terlalu besar? Sama sekali tidak, karena Anak Allah sendiri telah terlebih dulu mengorbankan diri-Nya demi menebus dosa-dosanya!

Selama 40 tahun hidupnya, Joyce telah menjalani pilihan hidup yang terbaik, bagaimana dengan kita?

Tentang Lembaga Misi MAF

Mission Aviation Fellowship (MAF) adalah sebuah lembaga misi yang mendukung lebih dari 1000 organisasi Kristen dan sosial di seluruh dunia dalam bidang: penerbangan, komunikasi, dan teknologi. Di Papua sendiri, lembaga misi ini telah melayani sejak tahun 1952 hingga sekarang.

Untuk mengenal MAF lebih lanjut ataupun memberikan dukungan, silakan buka www.maf.org.

Sumber gambar: mnnonline.org

Beberapa video mengenai Joyce Lin di Youtube:

Ibadah pelepasan jenazah
Profil Joyce Lin dari MAF
Kesaksian Joyce Lin

Selamat jalan, Joyce Lin…. Selamat bertemu Tuhan Yesus dan menikmati sukacita kekal yang telah Dia janjikan!

Bagikan artikel ini:

Leave a Reply