7 Fakta Adoniram Judson: Pekabar Injil bagi Burma

Print Friendly, PDF & Email

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yoh. 12:24)

Burma (sekarang Myanmar) adalah negara dengan latar belakang Buddhisme yang sangat kental. Namun demikian, kini sudah ada sekitar 8,2% orang Kristen di sana (joshuaproject.net).

Adoniram Judson (Sumber: wikipedia)

Hal ini tidak terlepas dari karya Roh Kudus melalui para misionaris di sana, terutama Adoniram Judson. Mari kita mengenal tujuh fakta pelayanannya yang luar biasa….

1. Misionaris Amerika Pertama

Adoniram Judson (1788-1850) merupakan orang Amerika pertama yang menjadi misionaris (pekabar Injil yang keluar dari budaya asalnya dan melayani orang-orang yang berbeda suku bangsa).

Judson adalah anak yang brilian, mampu menyelesaikan kuliahnya hanya dalam waktu tiga tahun. Sayangnya, dia terpengaruh dengan paham deisme (Allah tidak campur tangan lagi dengan ciptaan-Nya) dari seorang teman yang dikaguminya.

2. Bertobat Setelah Teman yang dikaguminya Meninggal Dunia

Judson pun menolak Kristus, hidup foya-foya, dan bertekad untuk menjadi “orang besar” dengan merantau ke New York.

Dalam perjalanan, dia menginap di sebuah losmen. Sepanjang malam, dia terganggu dengan tetangga kamarnya yang sekarat dan meninggal. Betapa terkejutnya ketika keesokan harinya dia menyadari bahwa yang meninggal itu temannya (teman yang dikaguminya pada #1).

3. Didukung oleh Istri yang Rela Mengabdikan Diri untuk Tuhan

Pengalaman tersebut membuat Judson bertekad untuk hidup bagi Tuhan. Dia pulang dan kemudian masuk seminari.

Judson kemudian mendapat panggilan dari Tuhan untuk melayani ke Burma. Ketika melamar istrinya, Judson menulis surat yang sangat menyentuh pada ayah mertuanya, relakah dia mengizinkan anak gadisnya untuk pergi bermisi dengan bahaya menghadang. Ternyata, disetujui.

4. Rela Pergi Melayani di Tempat yang Sangat Sulit

Ketika Judson tiba pada bulan Juli 1813, Burma merupakan tempat yang sangat sulit untuk dimasuki Injil. Sudah banyak misionaris yang mencobanya dan berakhir dengan “kegagalan”: baik itu kematian, maupun terpaksa pergi karena dianiaya.

Bahkan William Carey (misionaris di India) menasihati Judson untuk jangan pergi ke sana. Tetapi itu semua tidak mematahkan tekad Judson.

5. Kehilangan Istri dan Anaknya

Tekad Judson untuk melayani Tuhan di Burma ini dibayar dengan harga yang sangat mahal. Misalnya, ketiga anaknya dari istri pertamanya, Ann, meninggal pada masa awal pelayanan (anak pertama meninggal waktu berlayar dari India ke Burma, anak kedua meninggal setelah 17 bulan, anak ketiga meninggal setelah 6 bulan karena tekanan hidup yang sulit).

Selama hidupnya, Judson menikah tiga kali, dua istri pertamanya meninggal karena sakit.

6. Mengalami Penyiksaan Brutal

Sekitar tahun 1824 terjadi perang di Burma. Semua orang Barat dituduh sebagai mata-mata, termasuk Judson. Dia pun dimasukkan ke penjara yang sangat brutal. Sepanjang hari, kakinya dibelenggu dan pada malam hari digantung terbalik.

Dia dipenjara selama 17 bulan dan istrinya yang sedang hamil dengan setia menjenguk. Sayangnya, akibat tekanan yang berat, istrinya meninggal tahun 1826. Bayinya meninggal beberapa bulan sebelumnya.

7. Apa Rahasianya Kekuatan Judson?

Selain belajar didikan dari ayahnya, Judson sangat mencintai Alkitab. Dia adalah penerjemah Alkitab berbahasa Myanmar pertama dan menyusun kamus yang dipakai oleh orang-orang sesudahnya. Selama 38 tahun, Judson melayani di Burma dan hanya sekali “pulang kampung” (itu pun baru dia lakukan setelah 33 tahun melayani).

(Diolah dari berbagai sumber. Ada e-book gratis tentang tokoh ini yang dapat Anda unduh di https://www.desiringgod.org/books/adoniram-judson)

Leave a Reply