Bagaimana Cara Yudas Iskariot Mati?

Print Friendly, PDF & Email

1 Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. 2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. 3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, 4 dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” 5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. 6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” 7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. 8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. (Mat. 27:1-8)

Di dalam Alkitab, kelihatannya ada penjelasan yang bertentangan mengenai penyebab kematian Yudas Iskariot. Di dalam Matius 27:5 tertulis bahwa dia “menggantung diri.” Namun dalam Kisah Para Rasul 1:18 tertulis bahwa “perutnya terbelah.” Mana yang benar?

Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. (Mat. 27:5)

Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. (Kis. 1:18)

Sebenarnya Matius dan Lukas (melalui kitab Kisah Para Rasul yang ditulisnya) menggambarkan peristiwa yang sama, namun dengan detail yang berbeda.

Keduanya sama-sama menggambarkan:

  1. Yudas menyesal (sampai bunuh diri).
  2. Yudas membeli sebidang tanah dari uang hasil pengkhianatannya.
  3. Sebutan “Tanah Darah” bagi tanah itu.
  4. Cara kematian Yudas yang mengerikan.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana mungkin gantung diri menyebabkan perut terbelah? Berkaitan dengan hal ini, ada beberapa skenario yang memungkinkannya terjadi. Misalnya:

Pertama, Yudas gantung diri di pohon yang tumbuh menggantung di tebing yang curam, seperti umumnya wilayah sekitar situ. Talinya putus, tubuhnya kemudian jatuh di tebing. Kejadian ini menyebabkan tubuh Yudas hancur ketika menggelinding di bebatuan yang keras itu. Isi perutnya pun kemudian terburai keluar.

Kedua, tubuh Yudas menggantung beberapa lama hingga membusuk dan jatuh dengan kondisi rusak: perut terbelah dan isinya keluar. Bayangkan saja betapa menjijikkannya pemandangan ini.

Selain kedua skenario tersebut, tentu masih ada kemungkinan-kemungkinan lainnya. Mungkin jawaban pastinya terkuak ketika dokumen-dokumen sejarah ditemukan. Mungkin juga menunggu kemajuan ilmu pengetahuan untuk dapat menelusuri tabir misteri dari masa lalu. Atau, bisa saja kita baru mengetahui jawabannya kelak ketika bertemu Tuhan di surga. Yang pasti, Alkitab tidak mungkin keliru dan berkontradiksi. Kita hanya perlu sungguh-sungguh mengimaninya dan mempelajarinya semaksimal mungkin.

Bagaimanapun kejadian yang sesungguhnya, Matius dan Lukas sama-sama menggambarkan apa yang terjadi dengan kuasa Iblis, yaitu Iblis akan menghasilkan kehancuran yang mengerikan dalam hidup manusia. Tepatlah dikatakan bahwa dia adalah pembunuh dari sejak semula (Yoh. 8:44)

Maukah kita mengikuti rencana Iblis? Ketika kita mengikuti rencana Iblis, mungkin kita akan mendapat keuntungan. Tetapi, itu hanya sesaat. Kita pun tidak akan mendapatkan damai sejahtera untuk bisa menikmatinya.

Kita dapat melihatnya dari apa yang terjadi pada diri Yudas. Setelah menerima uang hasil pengkhianatannya itu, dia dihantui perasaan bersalah yang amat dalam. Bahkan ketika uang itu diserahkan kepada imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi, mereka menolaknya.

Penyesalan Yudas yang amat dalam membuat dia nekat mengakhiri hidupnya. Rencana Iblis mengakibatkan kengerian. Namun di atas semua itu, Allah tetap berdaulat dan rencana-Nya jauh lebih berkuasa. Kematian Kristus itu Dia gunakan untuk maksud yang mulia, yaitu menggenapi rencana keselamatan bagi orang-orang percaya.

Catatan: penjelasan kemungkinan cara kematian Yudas dirangkum dari berbagai sumber tafsiran.

Leave a Reply