September 27, 2022

3 thoughts on “Kebahagiaan Sejati, Bisakah Didapat? (Mzm. 16:1-6)

    1. Betul bukan di luar, tetapi harus diingat bahwa fokusnya harus pada Tuhan. Karena banyak orang yang juga tidak bahagia, bahkan membenci, dirinya sendiri. Tanpa bertemu dengan Tuhan, pasti kebahagiaan yang fana.

  1. Kebahagiaan bisa bersifat individual, subjektif. Bisa juga universal, objektif. Perikop yg mengatakan, “Berbahagialah…”, tidak dititikberatkan pada kata tsb., tetapi bersifat menghibur.
    Jika titik berat pada kata “berbahagia”, pertanyaannya, Berbahagia dulu, baru kemudian melakukan yg disebutkan setelah itu.
    Atau, melakukan dahulu maka engkau akan memperoleh kebahagiaan. (Inilah yg diajarkan agama lain, dikenal sbg PAHALA dan KARMA.
    Aku setuju jika “rasa bahagia” itu ada di dlm diri kita.
    Buktinya, jika seseorang merasa tdk bahagia, lalu ia ke tempat2 hiburan utk dapatkan kebahagiaan. Kita tau itu usaha sia sia.

Leave a Reply to Heriy Cancel reply