Mengapa Barak (Ibr.) atau “Memberkati” Kadang Diterjemahkan Sebagai “Mengutuk”?

Print Friendly, PDF & Email

Barak (בָרַךְ), yang dalam bahasa Ibraninya berarti “memberkati,” ternyata juga digunakan untuk kata yang bermakna “mengutuk” (muncul enam kali dalam Perjanjian Lama: 1 Raj. 21:10, 13; Ayub 1: 5, 11; 2: 5, 9). Mengapa demikian?

Inilah eufemisme. KBBI: “ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar, yang dianggap merugikan atau tidak menyenangkan, misalnya meninggal dunia untuk mati.”

Dengan teknik eufemisme, para penulis Alkitab menghindari hujatan atau kata-kata kotor yang mereka pikir akan menyebabkan murka Tuhan. Jadi, alih-alih dengan lugas menulis “mengutuk Allah” sesuai maksudnya, mereka menggunakan kata yang sebenarnya berarti “memberkati Allah.”

Sumber: Mangum, D.T., 2020, ‘Euphemism in Biblical Hebrew and the euphemistic ‘bless’ in the Septuagint of Job’, HTS Teologiese Studies/Theological Studies 76(4), a6140.

Suruhlah juga dua orang dursila berdekatan dengannya lalu bersaksi dengan berkata, ‘Engkau mengutuki Allah dan raja.’ Lalu, bawalah dia keluar dan lemparilah dengan batu sampai mati. (1Raj. 21:10)

Lalu, datanglah dua orang, yaitu orang-orang dursila untuk duduk di dekat Nabot. Orang-orang dursila itu kemudian bersaksi atas Nabot di hadapan rakyat dengan berkata, “Nabot telah mengutuki Allah dan raja.” Lalu, mereka membawanya pergi ke luar kota dan melemparinya dengan batu sampai mati. (1Raj. 21:13)

Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa. (Ayb. 1:5)

Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu. (Ayb. 1:11)

Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu. (Ayb. 2:5)

Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah! (Ayb. 2:9)

Leave a Reply