Apa Maksud Tuhan Melakukan Mukjizat? (Kis. 3:1-10)

Print Friendly, PDF & Email

Mukjizat, kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh akal manusia, merupakan sebuah fenomena yang sangat sering muncul di dalam Alkitab. Sampai sekarang pun, masih banyak orang Kristen yang mengharapkan atau mengagung-agungkan mukjizat. Bahkan banyak pengkhotbah yang menjadikan mukjizat sebagai daya tarik utama ketika melakukan KKR. Apa sebenarnya maksud Tuhan dengan melakukan mukjizat?

Suatu kali, Petrus dan Yohanes bertemu dengan seorang yang lumpuh kakinya sejak lahir. Orang itu tiap hari didudukkan di pintu gerbang Bait Allah untuk meminta-minta. Rupanya, dia tahu bahwa orang-orang Yahudi yang akan bersembahyang tentu lebih terbuka untuk memberikan sedekah. Ketika orang itu melihat Petrus dan Yohanes, diapun meminta sedekah.

Apa yang terjadi kemudian sangat tidak disangka-sangka oleh orang itu. Petrus berkata bahwa dia tidak bisa memberikan emas dan perak, tetapi di dalam nama Tuhan Yesus, dia memberikan hal yang jauh lebih berharga. Setelah Petrus membantu orang itu berdiri, seketika itu juga kakinya dikuatkan. Dia bisa berjalan lagi! Bayangkan betapa senangnya orang itu, yang sejak lahir belum pernah merasakan enaknya berjalan. Sampai-sampai, dia melompat-lompat sambil mengikuti Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.

Menariknya, mukjizat tersebut digunakan Petrus untuk berkhotbah kepada orang-orang yang takjub melihatnya (ay. 11-26). Petrus mengatakan bahwa bukan kekuatannya, tetapi dalam nama Tuhan Yesuslah, sehingga orang lumpuh tersebut bisa berjalan (ay. 12, 16, lihat bagaimana Petrus selalu menolak kemuliaan bagi dirinya, baca 10:26; 14:14-15). Petrus lalu meyakinkan orang banyak itu untuk memercayai Yesus sebagai penggenapan Mesias dalam Perjanjian Lama. Singkatnya, Petrus menggunakan mukjizat itu untuk menuntun orang banyak pada pertobatan (ay. 26).

 Dari kisah ini kita melihat bahwa mukjizat Tuhan (saya percaya sampai sekarang pun masih terjadi) bertujuan supaya orang-orang dapat mengenal kebesaran-Nya dan membuat hati mereka berbalik kepada-Nya. Ini pun yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus dalam pelayanan-Nya. Mukjizat yang tidak memiliki elemen ini dapat dipastikan bukan berasal dari Tuhan.

 Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati dalam menyikapi “mukjizat-mukjizat” yang terjadi pada saat ini. Jika seorang “pengkhotbah” mengaku bisa mengadakan mukjizat, namun ujung-ujungnya yang ditinggikan adalah dirinya sendiri, maka kita bisa yakin mukjizat itu palsu, atau malah berasal dari Si Jahat. Mana bisa Tuhan diperalat oleh manusia?

Di sisi lain, ketika kita menerima mukjizat, kita harus memuliakan Tuhan. Jangan berhenti hanya menikmati mukjizat atau malah memuliakan diri sendiri dengan merasa diistimewakan Tuhan. Lihat orang lumpuh itu. Dia mengharapkan uang sedekah, tetapi malah mendapat hal yang jauh lebih besar. Kesembuhankah? Bukan. Hal terbesar yang didapatkan oleh orang lumpuh itu adalah melalui kesembuhannya, dia bisa memuji Allah (ay. 8).

Seperti khotbah Petrus, ingatlah selalu bahwa mukjizat seharusnya menuntun kita pada Kristus dan menguatkan kepercayaan kita pada-Nya. Tepatlah apa yang dikatakan Yohanes, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30). Segala kemuliaan hanya bagi Dia. Amin.

Ayat-Ayat Alkitab Pendukung

1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu jam tiga sore, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. 2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. 3 Ketika orang itu melihat bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata, “Pandanglah kami.” 5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 6 Tetapi Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, bangkit dan berjalanlah!” 7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan pergelangan kaki orang itu. 8 Ia melompat berdiri lalu berjalan ke sana ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, sambil berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. 9 Semua orang melihat dia berjalan sambil memuji Allah, 10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.(Kis. 3:1-10)

Tetapi Petrus menegakkan dia sambil berkata, “Bangkitlah, aku hanya manusia saja.” (Kis. 10:26)

14 Mendengar itu rasul-rasul itu, yaitu Barnabas dan Paulus, mengoyakkan pakaian mereka, lalu menerobos ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru, 15 “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. (Kis. 14:14-15)

Catatan: semua ayat diambil dari TB2

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Direnungkan

  1. Apakah kita boleh meminta mukjizat Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan kita? Jelaskan jawaban Anda.
  2. Apa tanggapan Anda terhadap pelayanan-pelayanan KKR kesembuhan dewasa ini?

Leave a Reply