Pelayan Tuhan, Perhatikan Kesehatan Rohanimu! (Kis. 20:28-31)

Photo by Trym Nilsen on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Setiap kali mendengar kabar tentang kejatuhan seorang hamba Tuhan, hati saya gentar. Jika seorang yang “dipakai Tuhan” secara luar biasa bisa jatuh, maka hal itu sangat mungkin terjadi pada saya juga. Betapa mengerikannya ketika langkah iman yang telah kita jalani bertahun-tahun harus hancur lebur dalam sekejap mata. Tepatlah sebuah lagu pujian mengatakan, “bukan langkah pertama yang penting, tetapi langkah terakhir.”

 Tidak dapat dipungkiri, pelayanan Kristen adalah jalan hidup yang tidak mudah. Di sepanjang perjalanan, kita akan diperhadapkan pada berbagai hal yang bisa membuat langkah kaki goyah. Mulai dari tantangan yang berat hingga godaan yang sangat menggiurkan. Namun di tengah semua itu, selalu saja ada teladan iman yang mampu menyelesaikan pelayanannya hingga akhir. Salah satunya adalah Paulus. Apa rahasianya?

 Mari kita pelajari ayat yang menjadi dasar renungan hari ini. Ayat-ayat ini adalah bagian dari ucapan perpisahan Paulus kepada para penatua jemaat (pemimpin rohani atau gembala) Efesus (ay. 17-38). Ketika itu, Paulus sedang berada di Miletus dan akan meneruskan perjalanan misinya ke Yerusalem. Berbagai hal Paulus ungkapkan kepada mereka. Mulai dari teladan pelayanannya hingga bahaya yang akan dihadapi oleh jemaat Efesus.

Ada satu ucapan Paulus yang menarik perhatian saya. Dalam ayat ke-28, Paulus berpesan, “jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan.” Melalui nasihat ini, Paulus menekankan pentingnya seorang gembala untuk menjaga diri sendiri dulu sebelum menjaga kawanan domba Allah.

Mengapa Paulus berkata demikian? Karena sebagai seorang rasul, dia paham betul betapa terjalnya medan yang harus dilalui seseorang dalam melayani Tuhan. Tanpa memperhatikan kesehatan rohani mereka, para penatua jemaat itu tidak akan mampu melayani orang lain dengan baik.

 Tantangan yang sudah jelas ada di depan mata adalah ancaman penyesatan. Akan ada orang-orang dari luar maupun dalam jemaat sendiri yang berusaha untuk membelokkan ajaran Tuhan (ay. 30-31). Tanpa memiliki rohani yang sehat, para penatua jemaat itu tidak akan memiliki kepekaan maupun hikmat untuk bertindak dengan benar ketika hal itu terjadi.

 Selain tantangan tersebut, dalam ucapan perpisahan ini kita juga akan mendapat kesan bahwa teladan pelayanan yang Paulus lakukan membutuhkan kerohanian yang sehat. Misalnya, Paulus adalah gembala yang sangat dekat dengan jemaatnya (ay. 31). Dia bahkan tidak ragu untuk mengungkapkan kelemahan-kelemahan dirinya (seperti yang dia lakukan dalam 2Kor. 12:5-10). Tujuannya, supaya Kristus dapat diberitakan dengan efektif. Sikap pelayanan seperti ini tidak mungkin dilakukan oleh orang yang rohaninya tidak sehat, yang masih mencari-cari hormat dari manusia.

Apa yang dihadapi oleh para penatua jemaat Efesus itu masih relevan dengan kehidupan seorang pelayan Tuhan pada masa kini. Oleh sebab itu, marilah kita tidak hanya sibuk melakukan sesuatu bagi Tuhan. Tetapi, pertama-tama kita harus sibuk untuk mengenal Tuhan dan mengoreksi diri sendiri. Jangan sekali-kali mengabaikan kehidupan doa dan kebiasaan menggali firman Tuhan. Ingatlah bahwa kemenangan hanya ada di dalam Kristus, yang telah membukakan jalan bagi kita (Ibr. 12:2). Amin.           

REFLEKSI

Salah satu hal tersulit dalam pelayanan adalah menjaga relasi kita dengan Allah ketika diperlukan (Harold Warner)

PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa dampaknya bagi pelayanan jika orang-orang yang tergabung di dalamnya tidak memperhatikan kesehatan rohani mereka?
  2. Apa tanda-tanda yang dapat Anda rasakan jika pelayanan Anda mulai menyimpang dari apa yang dikehendaki Tuhan?

REFERENSI AYAT ALKITAB

28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. 29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. 31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. (Kis. 20:28-31)

Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. (Kis. 20:17)

5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. 6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. 7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2Kor. 12:5-10)

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibr. 12:2)

Related Post

Leave a Reply