Dua Jalan Hidup

Photo by Jens Lelie on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Pilihan antara jalan hidup orang benar dan orang fasik merupakan ajaran yang kental dalam tradisi hikmat. Di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dua pilihan jalan hidup ini juga sangat sering muncul. Jalan hidup orang benar selaras dengan perintah Tuhan, sementara jalan hidup orang fasik menyimpang dari perintah Tuhan. Yang pertama menuntun kita menuju hidup, sementara yang kedua membawa kita kepada kebinasaan.

Dengan begitu, Alkitab tidak kurang-kurangnya mengingatkan kita adanya konsekuensi dari setiap pilihan dalam hidup ini. Pilihlah jalan hidup orang benar. Walaupun terasa tidak enak secara daging dan berlawanan dengan apa yang dipikirkan orang-orang dunia, tetapi pada akhirnya, kita akan merasakan berkat Tuhan yang sesungguhnya.

26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri. 28 Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut. (Ams. 12:26, 28)

sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mzm. 1:6)

29 Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu. 30 Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku. (Mzm. 119:29-30)

Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!” (Yer. 6:16)

Tetapi kepada bangsa ini haruslah kaukatakan: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepada kamu jalan kehidupan dan jalan kematian. (Yer. 21:8)

13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Mat. 7:13-14)

Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. (2Ptr. 2:15)

Related Post

Leave a Reply