Tuhan Yesus dan Hukum Taurat (Mat. 5:17-20)

Photo by Tingey Injury Law Firm on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Di dalam bahasa Ibrani, Taurat (torah) artinya pengajaran atau petunjuk. Secara khusus, di dalam Perjanjian Lama biasanya digunakan untuk menunjuk pada koleksi pengajaran Tuhan yang dikumpulkan Musa (kitab-kitab Taurat). Inilah yang menjadi otoritas pengajaran orang-orang Israel turun temurun.

‌Ada sebagian orang Kristen yang berpikir bahwa setelah Tuhan Yesus datang, hukum Taurat menjadi kurang penting. Apalagi, sepintas terlihat bahwa Tuhan Yesus dan ajaran-Nya (yang menekankan kasih) bertolak belakang dengan Taurat (yang menekankan hukum). Benarkah demikian?

‌Jika menilik dari pernyataan Tuhan Yesus sendiri, Dia dengan tegas menolak pandangan itu. Di dalam Matius 5:17-20, Tuhan Yesus menegaskan bahwa kedatangan-Nya tidak meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi (artinya: seluruh Perjanjian Lama). Tetapi, Dia justru menggenapinya.

‌Apa artinya menggenapi? Tuhan Yesus bukan hanya menaati hukum Taurat, tetapi juga mengajarkannya seperti apa yang dikehendaki Allah sejak semula. Kita dapat melihatnya dari penjabaran Tuhan Yesus tentang beberapa poin dari hukum Taurat dalam Matius 5:21-48. ‌Ayat-ayat tersebut sering disalahpahami orang bahwa Tuhan Yesus sedang menentang hukum Taurat.

Namun sebenarnya Tuhan Yesus sedang meluruskan kekeliruan orang-orang Yahudi dalam menafsirkan dan melakukan hukum Taurat. Sekali lagi, Tuhan Yesus sama sekali tidak menentang hukum Taurat. Malahan, Tuhan Yesus juga tetap menghormati otoritas hukum Taurat. Dia menyatakan bahwa selama langit dan bumi masih ada, maka hukum Taurat masih berlaku (ay. 18).

‌Jika Tuhan Yesus saja meninggikan hukum Taurat, maka kita sebagai pengikut-Nya juga harus demikian. Tetapi, dengan cara pandang yang berpusat pada Kristus karena semuanya mengacu kepada-Nya (Luk. 24:27).

‌Bagaimana caranya kita dapat meninggikan hukum Taurat?

‌Pertama, kita harus mengajarkannya dengan cara pandang yang benar (ay. 19). Kita jangan pilih-pilih bagian yang kita sukai saja (seperti ajaran Marcion yang membuang PL dan sebagian PB pada abad kedua). Firman Tuhan tetap berotoritas sampai akhir zaman. Sekali diperintahkan untuk “Jangan membunuh” (Kel. 20:13), maka selamanya membunuh sesama manusia adalah dosa.

‌Tentu saja ada poin-poin dalam hukum Taurat yang tidak perlu kita lakukan karena telah digenapi di dalam Kristus. Misalnya, kita tidak perlu lagi mempersembahkan hewan kurban karena Kristus sendiri telah datang menjadi kurban yang sempurna (Ibr. 10:18).

‌Kedua, kita juga harus menaatinya dengan benar (ay. 20). Hukum Taurat bukan hanya ditaati sebagai kesalehan luar, tetapi harus berasal dari hati yang telah bertobat (Mzm. 51: 16-17). Itulah yang gagal dilakukan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat (Mat. 23:27).

‌Inilah yang menuntun kita supaya benar-benar menuntun anak-anak kita menuju ke dalam pertobatan yang benar. Jangan sampai kita biarkan mereka hanya patuh karena takut dengan kita, bukan karena mengasihi Allah. Jika yang pertama yang terjadi, maka kemungkinan besar anak-anak kita juga akan menjauh dari Tuhan ketika mereka tidak lagi ada di dekat kita. Amin.

‌REFLEKSI

‌Orang jahat patuh karena takut, orang baik patuh karena kasih (Agustinus)

‌PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

‌1. Apa dampaknya jika kita membaca kitab-kitab PB tanpa mengenal kitab-kitab PL?

‌2. Mengapa kita bisa merasa berat dalam menaati hukum Tuhan? Apa saja dampaknya jika kita terus dalam keadaan demikian dan bagaimana kita bisa mengatasinya?

‌REFERENSI AYAT ALKITAB

‌Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa. (Ibr. 10:18)

‌6 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. 7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (Mzm. 51:6-7)

‌21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

‌27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

‌31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

‌33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

‌38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

‌43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

‌48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. (Mat. 5:21-48)

Related Post

Leave a Reply