Berjaga-jaga Menjelang Akhir Zaman (Mrk. 13:33-37)

Photo by KAL VISUALS on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Kiamat atau akhir zaman merupakan topik yang tidak habis-habisnya dibahas. Buku-buku dan film-film tentang akhir zaman (seperti 2012) terus menarik minat banyak orang. Bahkan, kasus-kasus kematian masal, seperti yang terjadi di Kenya baru-baru ini, masih saja terjadi. Benarkah akhir zaman itu akan terjadi? Jika benar, bagaimana kita menyikapinya?

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Sejak masa Tuhan Yesus pun, pertanyaan tentang akhir zaman sudah menggelisahkan orang. Dalam awal pasal 13 ini, beberapa murid-Nya bertanya tentang  kapan akhir zaman terjadi dan apa tanda-tandanya (ay. 4). Tuhan Yesus pun menceritakan apa saja yang akan terjadi menjelang akhir zaman. Tetapi, tidak seorang pun yang tahu kapan akhir zaman akan terjadi. Akhir zaman, yang ditandai dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ke dunia, akan terjadi secara tiba-tiba. Jangan percaya pada orang-orang yang katanya mampu meramalkan kapan akhir zaman akan tiba (ay. 21-22).

Apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkannya? Melalui perumpamaan, Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk tidak “tertidur”, melainkan “berjaga-jaga” (ay. 35-36). Artinya, memuliakan Tuhan dan melayani-Nya sebaik-baiknya selama masih ada waktu. Jangan larut dalam kenikmatan dunia. Jadi, alih-alih sibuk memperkirakan kedatangan-Nya, atau seperti apa tanda-tanda-Nya, Tuhan Yesus mengajarkan mereka untuk sibuk berjaga-jaga. Akan ada banyak tantangan ketika kita berusaha untuk setia. Tetapi, kesetiaan itu tidak akan pernah sia-sia (1Kor. 15:58).

APLIKASI MASA KINI

Fakta bahwa tidak seorang pun bisa memprediksi kapan akhir zaman terjadi seharusnya membuat kita tidak menyia-nyiakan waktu untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Pertama, percayalah pada Kristus dan bertobatlah dari dosa. Jangan menunggu tua atau hari baik. Waktu yang terbaik adalah sekarang, karena mungkin kita tidak memiliki esok (entah Tuhan Yesus datang atau kita dipanggil Tuhan).

Kedua, layani Tuhan dengan semaksimal mungkin. Hidup yang hanya dihabiskan untuk meraih kenyamanan diri adalah hidup yang tragis. Mungkin kita masih belum menyadarinya. Tetapi tunggu saja ketika hidup kita berakhir, maka itu penyesalan yang tiada tara pasti menjemput kita.

Ketiga, wartakan Injil kepada sebanyak mungkin orang. Jika petugas BMKG tahu akan ada tsunami tetapi tidak mau memberitahu masyarakat, apakah bukan orang jahat namanya? Begitu juga ketika kita memiliki Kabar Baik yang menjadi solusi bagi manusia namun tidak mau menyampaikannya kepada orang lain, kita pun layak disebut jahat. Tuhan pun akan meminta pertanggungjawaban dari kita (baca Yeh. 33:8).

Setelah sejarah berjalan ribuan tahun, dunia dan segala penderitaan tidak semakin membaik. Orang-orang Kristen pun akan menghadapi tekanan iman yang semakin besar. Syukurlah bahwa Tuhan Yesus berjanji untuk datang kedua kalinya seingga kita memiliki pengharapan akan masa depan yang baik. Yang patut kita renungkan, apakah yang sedang kita lakukan saat ini selaras dengan konsep “berjaga-jaga”? Amin.

REFLEKSI

Tidak ada hal yang lebih tragis bagi seseorang dibanding menyadari di akhir kehidupannya bahwa dia telah keliru menghabiskan hidupnya (David Marty Lloyd-Jones)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

1. Jika Kristus tidak datang kedua kalinya ke dunia, apa dampaknya bagi kehidupan Anda?

2. Jika Anda dipanggil Tuhan saat ini juga, kira-kira apa yang menjadi penyesalan Anda? Apakah Anda bisa memperbaiki hal tersebut sebelum terlambat?

REFERENSI AYAT ALKITAB

33 “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu kapan saatnya tiba. 34 Keadaannya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penjaga pintu supaya berjaga-jaga.  35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu kapan tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, 36 supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. 37 Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: Berjaga-jagalah!” (Mrk. 13:33-37)

“Katakanlah kepada kami, kapan itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya.” (Mrk. 13:4)

21 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. 22 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan. (Mrk. 3:21-22)

Karena itu, Saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (1Kor. 15:58)

Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati!  —  dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. (Yeh. 33:8)

BACA JUGA:

Apa yang terjadi setelah kematian?

Related Post

Leave a Reply