Perzinaan Daud dan Batsyeba (2Sam. 11:1-27)

Sumber: www.warriorpriest.net

Print Friendly, PDF & Email

Suatu kali, saya melakukan diet ketat dan olahraga rutin karena alasan kesehatan. Selama beberapa bulan awal, saya melakukannya dengan baik. Bobot tubuh pun turun belasan kilo. Namun setelah itu, saya kembali tergoda untuk makan agak berlebih dan berhenti berolahraga. Hitung-hitung sebagai “hadiah” atas keberhasilan saya, begitu pikiran saya waktu itu. Eh, ternyata, saya malah keterusan. Pola makan dan pola hidup saya kembali tidak sehat, diikuti dengan bobot tubuh yang kembali naik.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa kemenangan-kemenangan yang saya alami tidak membuat saya kebal terhadap godaan. Inilah yang menjadi salah satu perenungan mengapa saya tertarik dengan kisah Daud dan Batsyeba.

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Kisah ini terjadi ketika Daud sudah menjadi raja menggantikan Saul. Jika membaca kisah hidupnya sampai sebelum bagian ini, kita akan melihat kepahlawanan serta keimanan Daud luar biasa. Namun, secara jujur Alkitab menuliskan bahwa Daud pun tidak sempurna. Dia jatuh dalam dosa perzinaan (hukum ketujuh dan kesepuluh), yang membuatnya melakukan dosa-dosa lain untuk menutupinya (hukum keenam; baca juga Yak. 1:14-15).

Alkitab menggambarkan dengan dramatis tahap demi tahap kejatuhan Daud. Ketika pasukannya maju berperang, Daud sendiri tinggal di Yerusalam (ay. 1). Ketika berjalan-jalan di atas sotoh istana, Daud melihat seorang perempuan sedang mandi. Daud kemudian melakukan zina dengan perempuan itu, Batsyeba, istri Uria, yang adalah prajuritnya.

Karena takut ketahuan, Daud pun merancang siasat supaya Uria terbunuh di medan perang (ay. 14). Ini sungguh keji mengingat Uria adalah seorang prajurit yang setia (ay. 11). Lalu, Uria pun terbunuh. Hal yang wajar dalam peperangan, bukan? Daud pun dapat mengambil Batsyeba sebagai isterinya secara sah (ay. 27). Kelihatannya kebobrokan Daud aman-aman saja.

Tetapi benarkah demikian? Tidak. Walaupun Daud menyembunyikan dosanya dengan amat rapi, ada satu Pribadi yang melihat itu semua. Alkitab mencatat, “Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN” (ay. 27). Satu fakta inilah yang diabaikan oleh Daud dan akan menjadi awal dari kehancuran keluarga dan kerajaan-Nya.

APLIKASI MASA KINI

Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari sini. Pertama, tidak ada orang yang kebal terhadap dosa. Seberapapun suksesnya seseorang dan hebatnya pelayanan yang dia lakukan, jika tidak memiliki relasi yang baik dengan Tuhan, akan jatuh juga dalam dosa. Dosa yang satu akan menghasilkan dosa-dosa lain. Seperti bola salju yang terus membesar, dampak akhirnya bisa sangat fatal. Maka, langkah terbaik adalah jauhilah dosa sejak awal.

Kedua, Allah itu mahatahu (Mzm. 33:13-15). Serapat apapun kita menyimpan dosa, Allah tahu. Ini sangat mendukakan-Nya karena Dia telah mengurbankan Anak-Nya demi menebus kita dari belenggu dosa. Amin.

REFLEKSI

Berbohong menutupi banyak dosa – tetapi hanya untuk sementara (Dwight L. Moody)

PERTANYAAN DISKUSI

1. Apa yang biasa orang lakukan ketika melakukan kesalahan/dosa? Apa akibatnya?

2. Adakah dosa yang saat ini masih Anda coba untuk tutupi dari pandangan orang? Nyatakan kepada Tuhan dan mohon hikmat untuk menyelesaikannya sebelum terlambat!

REFERENSI AYAT ALKITAB

1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.

2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. 3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: ”Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.” 4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya. 5 Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: ”Aku mengandung.”

6 Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: ”Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. 7 Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. 8 Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: ”Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. 9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. 10 Diberitahukan kepada Daud, demikian: ”Uria tidak pergi ke rumahnya.” Lalu berkatalah Daud kepada Uria: ”Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?” 11 Tetapi Uria berkata kepada Daud: ”Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!” 12 Kata Daud kepada Uria: ”Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.” Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya 13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.

14 Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. 15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian: ”Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.”

16 Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. 17 Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati. 18 Kemudian Yoab menyuruh orang memberitahukan kepada Daud jalannya pertempuran itu. 19 Ia memerintahkan kepada suruhan itu, demikian: ”Jika engkau sudah selesai mengabarkan jalannya pertempuran itu kepada raja, 20 dan jikalau raja menjadi geram dan berkata kepadamu: Mengapa kamu demikian dekat ke kota itu untuk berperang? Tidakkah kamu tahu, bahwa orang akan memanah dari atas tembok? 21 Siapakah yang menewaskan Abimelekh bin Yerubeset? Bukankah seorang perempuan menimpakan batu kilangan kepadanya dari atas tembok, sehingga ia mati di Tebes? Mengapa kamu demikian dekat ke tembok itu?—maka haruslah engkau berkata: Juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati.”

22 Lalu pergilah suruhan itu dan sesampainya ia memberitahukan kepada Daud segala yang diperintahkan Yoab kepadanya. 23 Suruhan itu berkata kepada Daud: ”Orang-orang itu lebih kuat dari pada kami dan keluar menyerang kami di padang. Tetapi kami mendesak mereka kembali sampai ke lobang pintu gerbang. 24 Pada waktu itu pemanah-pemanah menembak kepada hamba-hambamu dari atas tembok, sehingga beberapa dari hamba raja mati; juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati.” 25 Kemudian berkatalah Daud kepada suruhan itu: ”Beginilah kaukatakan kepada Yoab: Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu. Sebab itu perhebatlah seranganmu terhadap kota itu dan runtuhkanlah itu. Demikianlah kau harus kuatkan hatinya!”

26 Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu. 27 Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN. (2Sam. 11:1-27)

14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.  (Yak. 1:14-15)

 13      TUHAN memandang dari sorga,

                Ia melihat semua anak manusia;

 14      dari tempat kediaman-Nya Ia menilik

                semua penduduk bumi.

 15      Dia yang membentuk hati mereka sekalian,

                yang memperhatikan segala pekerjaan mereka. (Mzm. 33:13-15)

Related Post

Leave a Reply