Tidak Ada Persembahan yang Terlampau Besar (Mrk. 14:3-9)

Photo by Lina Trochez on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Suatu kali, seseorang berkata kepada saya, “Memberi persembahan kepada Tuhan boleh-boleh saja, tetapi jangan kelewat batas.” Dia gusar karena saya mengatakan bahwa persepuluhan pun sebenarnya tidak cukup untuk dipersembahkan pada Tuhan. Agaknya, dia perlu belajar kepada Maria.

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Ketika itu menjelang Paskah Yesus makan di rumah Simon. Tiba-tiba, Maria menuangkan minyak narwastu yang mahal ke kepala Yesus (ay. 3; Yoh. 12:3). Bayangkan seandainya ada seseorang yang menuangkan sebotol parfum dari Paris seharga puluhan juta. Apa yang ada di pikiran kita? Pemborosan! Mengapa tidak diberikan saja untuk membantu orang-orang miskin? Demikian pulalah murid-murid menjadi gusar (ay. 4-5). Anehnya, Yesus justru membenarkan tindakan Maria itu (ay. 6). Apa sebabnya?

Maria mungkin hanya ingin menunjukkan kasihnya yang begitu besar pada Yesus. Tetapi tanpa dia tahu, apa yang dilakukannya itu mempunyai makna teologis yang begitu dalam. Bukankah Yesus adalah Kristus (Yun.) atau Mesias (Ibr.)? Artinya, “Yang diurapi.” Tindakan Maria itu menegaskan pengurapan Allah kepada Yesus untuk menjalankan misi-Nya (Mrk. 1:9-11).

Kemudian, pengurapan itu juga menunjuk pada apa yang akan terjadi beberapa hari lagi dengan Yesus (ay. 9). Kalau kita mencermati, kisah diapit dengan niat imam-imam kepala dan persekongkolan Yudas untuk membunuh Yesus (ay. 1-3; 10-11). Rencana penebusan Allah sedang berada di detik-detik akhir dan terus bergulir hingga puncak ketika Yesus mati disalib. Berita Injil akan disebarkan ke seluruh dunia, termasuk juga kisah Maria ini (ay. 9).

Di sinilah letak kebenaran perbuatan Maria itu. Menghabiskan banyak uang untuk menghormati seseorang, itu namanya pemborosan. Tetapi jika orang itu adalah Anak Allah, yang sebentar lagi akan mati untuk menebus semua manusia, bahkan seisi dunia ini pun tidak cukup untuk membalas jasa-Nya!

Jadi, Yesus tidak sedang melarang untuk menolong orang-orang miskin. Itu wajib dan harus terus dilakukan karena mereka akan selalu ada. Tetapi, Dia sedang mengajarkan bahwa Maria memiliki hati dan prioritas yang benar dalam mengasihi Allah (ay. 6-7).

APLIKASI MASA KINI

Apa yang menjadi ukuran kita untuk mengasihi Allah? Jika kita mengukurnya dengan apa yang bisa kita nikmati secara daging, atau membandingkan dengan apa yang biasanya orang lain lakukan, maka suatu saat kita akan merasa berkurban terlalu banyak. Misalnya, persepuluhan akan terlampau besar. Terlibat dalam pelayanan gereja atau misi akan terasa berat. Bahkan, iman pun seperti kurang bernilai dibanding pacar, gaji, atau jabatan.

Tetapi ketika kita merenungkan apa yang telah Kristus lakukan bagi kita, maka kita akan terdorong untuk terus meningkatkan kasih kita kepada-Nya. Apapun dan seberapapun yang kita berikan kepada-Nya, itu tidak akan pernah impas. Tanpa memahami ini, kita bisa jatuh seperti Yudas, yang bahkan rela menukar Kristus dengan 30 keping uang perak saja. Amin.

REFLEKSI

Jika Kristus telah mati untuk saya, maka tidak ada pengurbanan yang terlalu besar untuk saya berikan kepada-Nya (C. T. Studd)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Bagaimana tanggapan Anda jika ada orang yang mengatakan, “Tidak apa-apa mempersembahkan sedikit yang penting rela, dibanding banyak tetapi merasa terpaksa.”
  2. Apa yang selama ini masih Anda rasa berat untuk dipersembahkan kepada Tuhan? Maukah Anda berkomitmen untuk melakukannya? Berdoalah minta hikmat dan kekuatan dari Tuhan!

REFERENSI AYAT ALKITAB

3  Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. 4  Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? 5  Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. 6  Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. 7  Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. 8  Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. 9  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (Mrk. 14:3-9)

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. (Yoh. 12:3)

9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. 10  Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.  11  Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Mrk. 1:9-11)

BACA JUGA:

https://studibiblika.id/2021/11/09/mengapa-tuhan-menolak-persembahan-kain/

https://www.gky.or.id/gema.jsp?gemaId=2966&title=Persembahan%20Yang%20Terbaik

https://www.gotquestions.org/Indonesia/persembahan-yang-hidup.html

Related Post

Leave a Reply