Rahasia Kekuatan Para Tokoh Iman (Ibr. 11:1-40)

Photo by Pablo Heimplatz on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Sejak kecil, saya suka sekali membaca buku-buku biografi. Saya menikmati bagaimana orang-orang yang ditulis kisah hidupnya itu berjuang. Banyak yang berulang kali gagal, bangkrut, dikhianati, namun pada akhirnya mereka sukses. Kisah semacam ini tentu menjadi harapan banyak orang, termasuk juga orang-orang Kristen. Sampai-sampai, ketika keberhasilan itu tidak kunjung datang, atau hasil akhirnya tidak sesuai harapan, mereka kecewa.

“Apakah Tuhan lalai menepati janji-Nya?” “Kalau hidupku saja begini sulitnya, kenapa aku masih harus taat sama Tuhan?” Berbagai pertanyaan praktis bisa menghunjam jantung iman kita. Tanpa sudut pandang yang benar, maka kepercayaan kita pada Tuhan bisa pudar dan bahkan lenyap.

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Ketika berusaha menguatkan para pembacanya yang sedang mengalami tantangan iman, penulis Surat Ibrani merasa perlu untuk memaparkan teladan dari tokoh-tokoh Perjanjian Lama. Dimulai dari Habel, yang mati dibunuh saudaranya karena persembahannya diperkenan Tuhan. Kemudian Abraham, yang taat pergi dari negerinya dan bahkan mau saja ketika diminta untuk  mengurbankan anak laki-laki yang dikasihinya. Hingga, orang-orang yang namanya tidak disebutkan yang mengalami berbagai penganiayaan (ay. 33-38). Mereka semua sama-sama tidak mendapatkan imbalan yang layak dalam ukuran duniawi, tetapi tetap saja mereka taat pada Tuhan (ay. 39).

Mengapa mereka bisa begitu teguh? Jawabannya ada di ayat 1,  yaitu iman. Penulis Surat Ibrani mengatakan bahwa iman adalah ‘dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan’ (ay. 1a). Dengan iman, mereka memiliki keyakinan penuh bahwa Tuhan akan memenuhi janji-janji-Nya, walaupun pada saat itu belum terlihat. Kemudian, iman juga ‘bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat’ (ay. 1b). Dengan iman, mereka bisa “sungguh-sungguh merasakan” adanya hidup kekal, surga, dan bahkan Allah sendiri.

Keyakinan ini mendorong mereka untuk bertindak berdasar sesuatu yang jauh melampaui hal-hal yang kasatmata. Mereka tidak lagi bergantung pada kekuatan sendiri, tetapi pada anugerah Allah. Tidak lagi bergantung pada kondisi dunia ini yang mengecewakan, tetapi pada karakter Allah yang baik. Mereka tahu, berharap pada Allah tidak akan pernah sia-sia. Pengurbanan Kristus menjadi jaminan bahwa kelak orang-orang yang setia beriman pada-Nya mendapat jauh lebih baik dibanding dunia ini (ay. 40).

APLIKASI MASA KINI

Apa yang menjadi tantangan iman kita saat ini? Ada kalanya kita ingin menyerah melihat situasi di sekitar kita yang tampak begitu menekan dan seolah tidak mungkin bisa diperbaiki. Tetapi seperti halnya para tokoh iman tadi, teruslah setia untuk hidup taat pada Tuhan. Jangan menyerah hanya karena apa yang ada pada saat ini berlawanan dengan pemikiran manusiawi kita. Hingga tiba saatnya nanti, segala jerih payah kita pasti terbayar lunas. Ingatlah, “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai” (Mzm. 126:6). Amin.

REFLEKSI

Ketekunan adalah lencana orang-orang percaya yang asli. Kehidupan Kristen bukan di awalnya saja yang ada di dalam Tuhan tetapi berlangsung seumur hidup (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Tantangan-tantangan iman seperti apakah yang biasa dihadapi orang-orang Kristen sekarang ini? Jika Anda menghadapinya, bagaimana tindakan Anda?
  2. Adakah orang-orang di sekitar Anda, atau yang Anda ketahui dari berita, yang sedang mengalami tantangan iman? Ambillah waktu untuk berdoa bagi mereka dan sekiranya mungkin, berikanlah perhatian langsung!

REFERENSI AYAT ALKITAB

32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,  33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,  34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.  35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.  36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.  37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.  38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung. 39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. 40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan. (Ibr. 11:32-40)

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr. 11:1)

BACA JUGA

https://studibiblika.id/2023/09/20/taat-ibr-57-8/

Related Post

Leave a Reply