Allah yang Maha Pemberi dan Tidak Berubah (Yak. 1:17)

Photo by Claudio Schwarz on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Apakah ada orang-orang yang membuat Anda tidak nyaman berdekatan dengannya? Mungkin karena omongannya nyelekit, sukanya negative thinking (semua dipandang buruk), atau Anda tahu kalau dia suka memanfaatkan orang. Jadilah Anda menjauhinya.

Malangnya, sikap seperti bisa saja terjadi ketika kita berelasi dengan Allah. Karena keliru mengenal Allah, kita tidak suka berdekatan dengan-Nya. Jarang berdoa. Malas membaca Alkitab. Atau malah terlalu kecewa sampai-sampai ingin meninggalkan-Nya. Mari kita belajar dari apa yang dipaparkan oleh Yakobus melalui ayat ini.

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Ketika itu, jemaat Yerusalem menghadapi penganiayaan di bawah kekaisaran Roma. Keadaan yang sulit ini membuat beberapa orang di antara mereka berpikir bahwa Allah yang membawa mereka ke dalam pencobaan (ay. 13). “Allah tidak peduli lagi dengan kita!” “Allah menjerumuskan kita!”  

Jika mereka keliru mengenal Allah dan bahkan menganggap-Nya sebagai musuh, habislah mereka! Itulah sebabnya dalam ayat ini Yakobus menguatkan kembali seperti apa Allah itu (sebaiknya baca keseluruhan ayat 16-18).

Pertama, Allah itu sumber kabaikan dan semua yang diberikan-Nya baik adanya (ay. 17a). Orang sering berkata bahwa untuk mendapat sesuatu, kita harus bekerja keras. Itu benar. Tetapi, itupun terwujud karena Allah mau memberikannya. Yakobus menyebut “Bapa segala terang.” Artinya, Dialah yang menguasai alam semesta (‘terang‘ adalah gambaran dari matahari, bintang, bulan). Hanya kalau Dia berkehendak, maka sesuatu terjadi.

Dan karena Allah itu baik, maka pemberian-Nya pun pasti baik. Kemudian jika kita mencermati struktur bahasa Yunaninya, terdapat juga makna bahwa Allah memberikan hal-hal yang baik ini terus-menerus. Tidak ditahan-tahan (baca Mzm. 84:12b).

Kedua, kebaikan Allah tidak berubah (ay. 17b). Frasa “tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran” dalam ayat ini melanjutkan gambaran dari benda-benda langit yang bisa berubah. Siang menjadi malam, dan sebagainya. Allah tidak seperti itu. Berbeda dengan manusia, tidak ada yang bisa mengubah natur Allah yang baik (Mal. 3:6a).

Penulis surat Ibrani mengatakan, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr. 13:8). Tidak ada situasi yang membuat kasih-Nya luntur (Rm. 8:35). Bahkan ketika kita gagal mengasihi-Nya pun, kasih-Nya kepada kita tidak berkurang sedikit pun.

APLIKASI MASA KINI

Maka, jika jawaban doa kita berbeda dengan apa yang kita inginkanjangan kecewa. Itu semua dilakukan Allah karena Dia tahu apa yang terbaik bagi masing-masing orang. Ibaratnya, seafood memang enak dan bergizi tinggi. Tetapi bagi penderita asam urat, makanan ini sangat berbahaya.

Lalu, ketika kita merasa hancur, mendekatlah kepada-Nya, jangan malah menjauhi-Nya. Yakinlah bahwa Allah tetap baik dan terus mengasihi kita yang percaya kepada-Nya. Kiranya ini membuat kita semakin giat berdoa dan berelasi dengan-Nya karena tahu Pribadi seperti apa yang sedang kita hadapi. Amin.

REFLEKSI

Dengan adanya kemurahan Tuhan yang menginginkan kebaikan yang tertinggi bagi kita, kebijaksanaan-Nya untuk merencanakan hal tersebut, serta kuasa-Nya untuk menggenapinya, apa lagi yang kurang dari kita? (A.W. Tozer)

PERTANYAAN

  1. Apakah saja pengenalan-pengenalan yang keliru tentang Allah yang pernah Anda ketahui? Bagaimana Alkitab menjelaskannya?
  2. Apa yang biasanya menjadi halangan Anda dalam berdoa? Bagaimana Anda akan mengatasinya?

REFERENSI

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: ”Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. (Yak. 1:13)

16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. (Yak. 1:16-18)

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. (Mat. 7:11)

Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. (Mzm. 84:12b)

Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, (Mal. 3:6a)

Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibr. 13:8)

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (Rm. 8:35)

BACA JUGA

Berbahagia dalam Pencobaan – WarungSaTeKaMu.org

Related Post

Leave a Reply