Tidak Ada yang Terlalu Kecil untuk Ditolong Allah (2Raj. 4:1-7)

Photo by Jackson David on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Jika Anda sering berselancar di media sosial, mungkin tahu akun @sayaphati. Akun ini sering menampilkan orang-orang yang berkekurangan dengan tujuan menggalang bantuan bagi mereka. Kadang-kadang, muncul komen yang menyatakan, “Di mana pemerintah setempat? Bisa-bisanya ada orang yang kekurangan seperti ini tidak  diperhatikan!”

Fenomena ini membawa saya pada pertanyaan yang cukup menggelitik. Apakah Allah juga bisa luput memperhatikan orang? Apakah rencana-rencana-Nya yang besar membuat-Nya mengabaikan kebutuhan orang-orang kecil? Mari kita belajar dari satu kisah Alkitab yang singkat ini.

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Setelah Elia diangkat Tuhan, Elisa (arti: “Allahku menyelamatkan”) meneruskan pelayanannya. Seperti halnya Elia, dia pun melakukan berbagai mukjizat. Kebanyakan ditujukan kepada orang per orang yang sedang susah, seperti kepada seorang janda miskin dalam kisah ini.

Janda tersebut adalah istri dari seorang nabi yang ikut dalam rombongan Elisa. Dia mengalami kesulitan untuk membayar utang sehingga anaknya terancam untuk diambil sebagai penggantinya. Di tengah keadaan seperti itu, Elisa menyuruh janda itu meminjam buli-buli yang cukup banyak dari para tetangganya. Setelah itu, dia diminta untuk menutup pintu dan menuangkan sisa minyak yang dipunyainya ke dalam buli-buli yang kosong itu (minyak waktu itu dipakai untuk memasak atau penerangan). Luar biasa, sisa minyak itu ternyata cukup untuk memenuhi semua buli-buli lainnya. Akhirnya janda tersebut memiliki cukup uang untuk menutupi utangnya.

Kisah ini menguatkan kita bahwa di tengah rencana-rencana Allah yang maha besar dan terkait dengan banyak bangsa, Allah tetap memperhatikan hamba-hamba-Nya satu persatu (baca seluruh pasal 4). Siapapun dia, termasuk ‘orang kecil’ (seperti janda yang miskin ini), orang non-Yahudi (seperti Naaman dalam pasal 5), dan kita semua. Tindakan Tuhan Yesus yang mau menolong orang kusta, Zakheus,  dan perempuan berdosa sekali lagi membuktikan kasih Allah yang menjangkau semua kalangan.

APLIKASI MASA KINI

Ketika terhimpit, jangan pernah merasa kita terlalu kecil untuk dipedulikan Allah. Berdoalah karena Allah selalu punya cara yang ‘indah pada waktunya’ untuk menolong kita. Namun seperti janda ini yang percaya kata-kata Elisa dan meminjam buli-buli dari tetangganya, kita pun harus terus berusaha. Putus asa itu menunjukkan kita tidak percaya Allah sanggup menolong.

Di sisi lain, kisah ini juga mengajarkan kita untuk berempati dengan kesusahan orang lain. Empati itu tidak sekadar turut merasakan. Tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan, seperti Allah yang juga bertindak melihat kesusahan janda miskin ini dan juga mengurbankan Anak-Nya untuk mengeluarkan kita dari belenggu dosa. Amin.

REFLEKSI

Allah yang mengontrol matahari adalah Allah yang juga memperhatikan burung pipit (John Blanchard)

PERTANYAAN

  1. Apa yang seharusnya kita lakukan ketika mukjizat Tuhan tidak kunjung tiba ketika kita membutuhkannya?
  2. Adakah pertolongan yang bisa kita berikan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita (tidak harus berupa uang atau materi, bisa juga berupa pendampingan maupun kata-kata penguatan)?

REFERENSI

1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ”Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.” 2 Jawab Elisa kepadanya: ”Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” Berkatalah perempuan itu: ”Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.” 3 Lalu berkatalah Elisa: ”Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. 4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!” 5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. 6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: ”Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,” tetapi jawabnya kepada ibunya: ”Tidak ada lagi bejana.” Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: ”Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.” (2 Raj. 4:1-7)

6  Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, 7  bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Luk. 12:6-7)

 

 

BACA JUGA:

https://studibiblika.id/2019/07/31/tidak-ada-perkara-yang-terlalu-remeh-bagi-allah-2raj-61-7/
https://studibiblika.id/2019/08/07/khotbah-mzm-41-pedulikah-kita-dengan-kesusahan-orang-lain/

Related Post

Leave a Reply