Konflik dan Hawa Nafsu Duniawi (Yak. 4:1-4)

Photo by Tamara Gak on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email

Konflik merupakan hal yang seolah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Mulai dari kisah pembunuhan yang dilakukan Kain kepada Habel hingga apa yang terjadi di daerah Palestina sekarang ini, kita bisa mengerti bahwa konflik bisa berakibat fatal. Tidak hanya terjadi di kalangan umum, anak-anak Tuhan pun tidak lepas dari konflik. Biasanya terjadi di dalam rumah tangga atau gereja. Akibatnya, rumah tangga-rumah tangga Kristen bercerai dan gereja terpecah. Apakah konflik bisa dihindari? Bagaimana kita menyikapinya? Marilah kita perhatikan bagian ini.

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Setelah menjelaskan tentang hikmat dan buahnya di dalam kehidupan orang percaya (akhir pasal ketiga), Yakobus menghubungkannya dengan konflik dan pertikaian yang terjadi di tengah jemaat. Yakobus mengajarkan bahwa itu terjadi karena mereka tidak mengontrol hawa nafsu, sehingga mereka tidak berdoa (atau berdoa dengan cara yang salah, yaitu untuk memuaskan hawa nafsu semata). Mereka saling mengunggulkan ego dan keinginan sendiri sehingga memicu pertikaian. Orang-orang yang ada di dalam jemaat saling bertengkar, membentuk kubu, dan menyebar gosip.

Keadaan semacam ini mencerminkan bahwa mereka tidak hidup dalam hikmat Allah. Yakobus menganalogikannya dengan persahabatan, yang pada masa itu bermakna lebih serius dibanding persahabatan pada masa sekarang. Dua orang yang bersahabat pada masa itu berarti mereka berbagi nilai-nilai serta kesetiaan, dan berlangsung seumur hidup. Jadi, orang yang mengumbar hawa nafsunya sebenarnya sedang menjadi sahabat dengan dunia ini. Dan itu berarti mereka sedang memusuhi Allah karena nilai-nilai dunia ini berlawanan dengan karakter Allah. Tidak ada jalan tengah dalam hal ini, seperti Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa jika kita mengasihi dunia ini, maka kasih Allah tidak ada di dalam kita (1Yoh. 2:15).

Untuk mengatasinya, Yakobus mengajarkan jemaat untuk menundukkan diri kepada Allah dan tidak mendua hati (ay. 7-8). Permasalahan yang timbul di luar (di tengah komunitas) sebenarnya terjadi karena ada masalah di dalam internal diri kita, yaitu kita tidak benar-benar tunduk pada Allah. Ketika kita telah menundukkan diri pada Allah, maka keinginan-keinginan kita pun akan selaras dengan-Nya dan kita bisa hidup harmonis dengan orang lain.

APLIKASI MASA KINI

Berdasarkan ajaran Yakobus dalam bagian ini, marilah kita periksa keinginan-keinginan kita. Apakah itu selaras dengan Alkitab dan memuliakan Allah? Apakah itu menjadi berkat bagi orang lain? Apakah itu menjadikan kita semakin dekat dengan Allah? Allah tidak meminta kita untuk mematikan keinginan. Tetapi jika kita memiliki keinginan yang tidak sejalan dengan rambu-rambu tadi, hentikanlah sesegera mungkin sebelum merusak diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Kemudian, alih-alih berusaha untuk selalu menghindari konflik, mari kita hadapi konflik dengan hikmat Allah. Konflik yang diatasi dengan baik akan mendewasakan dan mempererat hubungan orang-orang yang ada dalam sebuah rumah tangga atau gereja. Amin.

REFLEKSI

Kita bisa mencintai dunia atau mencintai Tuhan. Jika kita mencintai dunia, tidak ada lagi ruang dalam hati kita untuk mencintai Tuhan. Kita tidak dapat sekaligus mencintai tuhan, yang kekal, dengan dunia, yang sementara (Agustinus)

PERTANYAN DISKUSI

  1. Apa saja yang biasanya menjadi penyebab konflik dalam gereja dan rumah tangga masa kini?
  2. Apa yang akan terjadi ketika seseorang memiliki keinginan yang selaras dengan kehendak Allah?

REFERENSI AYAT ALKITAB

1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. (Yak. 4:1-4)

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! (Yak. 4:7-8)

BACA JUGA

https://www.alkitab.or.id/alkitab/detail/1380

Related Post

Leave a Reply