Membangun dengan Bahan Terbaik (1Kor. 3:10-15)

Photo by Josue Isai Ramos Figueroa on Unsplash
Print Friendly, PDF & Email

Akhir-akhir ini, ada beberapa berita duka yang silih berganti datang di grup Whatsapp saya. Mereka yang meninggal adalah hamba-hamba Tuhan dan meninggalnya pun mendadak (bukan karena sakit berkepanjangan). Kejadian ini pun membuat saya merenungkan ulang, akan saya gunakan untuk apa sisa hidup yang Tuhan berikan? Saya pun teringat pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul seputar, “Kalau orang yang percaya Kristus sudah pasti masuk surga, untuk apa bekerja keras melayani Tuhan?” Membaca tulisan Paulus ini, saya diingatkan bahwa kerja keras kita di dalam Tuhan tidak sia-sia.

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Paulus sempat melayani jemaat Korintus selama sekitar 1,5 tahun. Namun beberapa tahun sepeninggalnya, dia mendapati ada sebagian jemaat di sana yang tidak hidup sesuai firman Tuhan. Walaupun telah percaya pada Kristus, mereka belum sepenuhnya hidup di bawah pimpinan Roh. Itulah yang menyebabkan adanya pertikaian di antara jemaat yang disesalkan Paulus.

Di bagian ini, Paulus menggambarkan dirinya sebagai seorang ahli bangunan (architektón; orang yang bertanggung jawab dalam pembangunan sebuah bangunan dari awal hingga akhir). Dia menggambarkan gereja sebagai bangunan yang harus didasarkan pada Kristus. Kemudian, Paulus, Apollos, dan para pelayan Tuhan lainnya membangun di atas dasar tersebut.

Tetapi hati-hati karena orang bisa membangun dengan kualitas yang sesuai keinginan Tuhan (digambarkan dengan emas, perak, dan batu permata) atau kualitas yang seadanya (digambarkan dengan kayu, rumput kering, dan jerami). Orang-orang yang membangun dengan bahan yang baik akan mendapat upah tetapi orang-orang yang membangun dengan bahan  seadanya itu seperti orang yang diselamatkan dari dalam api (ay. 14-15). Artinya apa?

Api ini bukanlah api penyucian untuk membersihkan dosa-dosa kita (ingat bahwa “tidak ada penghukuman di dalam Kristus”; Rm. 8:1). Paulus juga tidak sedang mengajarkan bahwa orang bisa diselamatkan oleh perbuatannya. Tetapi, Paulus mengajarkan bahwa kita akan mempertanggungjawabkan hidup dan pelayanan kita kepada Kristus. Walaupun Alkitab tidak menjelaskan seperti apa. Yang jelas, semua orang percaya akan berbahagia penuh di surga. Tetapi, akan ada kerugian yang dialami oleh orang-orang percaya yang selama di dunia, hidup dan melayani Tuhan asal-asalan.

APLIKASI MASA KINI

Pemahaman ini kiranya mendorong kita untuk mempersembahkan hidup yang terbaik untuk melayani Tuhan. Marilah kita perhatikan apakah kita melakukannya dengan kualitas yang sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan, atau asal-asalan, hanya mengikuti kemauan diri dan selera pasar.

Orang-orang atau gereja yang berjerih lelah melakukan pelayanan yang terbaik sesuai dengan talenta yang diberikan Tuhan, tidak akan selalu mendapat pujian dari orang lain atau menuai kesuksesan dengan cepat. Bahkan tidak jarang mereka akan mendapat kerugian. Tetapi dia akan merasakan hasil jerih lelah tersebut ketika Kristus datang. Jadi, jangan ragu lagi untuk “habis-habisan” di dalam Tuhan. Amin.

REFLEKSI

Allah layak untuk kita layani dengan segenap energi yang kita miliki (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah hal-hal yang biasa merintangi orang untuk melayani Tuhan sepenuh hati?
  2. Apakah contoh-contoh praktis ketika kita merasa memberikan yang terbaik kepada Tuhan, tetapi sebenarnya tidak berkenan pada Tuhan? Bagaimana Anda akan menghindari hal ini?

REFERENSI AYAT ALKITAB

10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. (1Kor. 3:10-15)

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. (Rm. 8:1)

Related Post

Leave a Reply