Orang-orang yang Dimeteraikan (Why. 7:1-8)

Sumber: New York Times

Print Friendly, PDF & Email

Sudah beberapa kali saya ditanya, “Mana buktinya Tuhan mengasihi anak-anak-Nya kalau nyatanya banyak orang Kristen mati martir?” Pertanyaan semacam ini sering menjadi batu sandungan bagi orang percaya. Bahkan, tidak sedikit yang lalu meninggalkan iman.

Jika mau menelaah Alkitab, maka kita akan mendapati bahwa jaminan Tuhan untuk menyertai umat-Nya itu nyata. Bukan berarti selalu terhindar dari kesulitan. Tetapi, dalam bentuk terluput dari penghukuman Allah dan mendapat kekuatan iman di tengah situasi yang paling mencekam sekalipun.

WAWASAN DUNIA ALKITAB

Jaminan penyertaan Tuhan seperti ini salah satunya tergambar dengan jelas pada bagian ini. Ada berbagai penafsiran tentang detail dari peristiwa yang terjadi. Tetapi prinsipnya, ini adalah penglihatan yang menguatkan Yohanes bahwa pada zaman akhir, dunia sangat rusak (Mat. 24:4-8). Tetapi sesungguhnya, kerusakan itupun ada dalam kedaulatan Kristus. Inilah yang digambarkan dengan Kristus yang membuka meterai satu demi satu dan diikuti dengan berbagai kerusakan dahsyat di dunia (pasal 6).

Lalu setelah meterai keenam terbuka, ada semacam jeda di pasal 7 sebelum meterai ketujuh, meterai terakhir, terbuka. Jeda ini dimaksudkan supaya para penerima mula-mula kitab Wahyu, yaitu tujuh gereja di Asia abad pertama yang sedang menghadapi penganiayaan, merefleksikan sejenak jalinan penglihatan yang sedang dipaparkan Yohanes.

Akan ada kerusakan besar-besaran di seluruh penjuru dunia ketika menjelang akhir zaman. Tetapi, ada malaikat yang menahan supaya dapat memeteraikan 144.000 orang keturunan Israel. Meterai dalam konteks ini melambangkan kepemilikan dan perlindungan. Jadi, mereka adalah semua orang yang percaya dan dijadikan milik Kristus. Hanya mereka yang sanggup bertahan dan luput dari murka Allah yang tercurah (6:17).

Jadi, bagian ini mengajarkan bahwa orang-orang percaya sesungguhnya ada di tengah peperangan rohani. Akan selalu ada tekanan dan penderitaan yang berusaha menggoyahkan iman. Bahkan, seperti yang tertulis dalam 6:9, banyak orang percaya yang harus mati karena iman mereka. Tetapi Kristus berdaulat. Dia akan melenyapkan kejahatan dan melindungi umat-Nya. Tepatlah yang dikatakan di awal kitab ini, “Berbahagialah mereka yang mendengarkan dan menuruti apa yang tertulis di dalamnya” (ay. 1:3).

APLIKASI MASA KINI

Hidup sebagai pengikut Kristus di dunia yang kelam pada masa modern ini bisa tidak kalah menekannya dengan keadaan gereja-gereja penerima kitab Wahyu. Bahkan secara statistik, jumlah orang Kristen yang mati martir justru paling banyak ada di kurun waktu seratus tahun belakangan ini. Tetapi marilah kita kembali dikuatkan bahwa Kristus berdaulat. Jangan pernah takut untuk menjalani hidup kita dan mengarahkan gereja kita dalam ketaatan penuh pada firman Tuhan, seberat apapun tantangannya. Roh Kudus menjadi jaminan dan kekuatan bahwa kita pasti sanggup melaluinya. Amin.

REFLEKSI

Allah yang memeteraikan, Kristus adalah realitas yang di dalamnya pemeteraian dilakukan, dan Roh Kudus adalah sarana pemeteraian itu (Harold W. Hoehner)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Menurut Anda, apa yang membedakan tantangan iman dengan kesulitan hidup lainnya? Sebutkan contoh-contohnya dalam kehidupan.
  2. Tantangan iman seperti apa yang pernah Anda alami dan bagaimana penyelesaiannya? Adakah yang perlu diperbaiki supaya Anda bisa menghadapi tantangan iman selanjutnya dengan lebih baik?

REFERENSI AYAT ALKITAB

1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.  2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, 3 katanya: ”Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”

4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

        5      Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan,

              dari suku Ruben dua belas ribu,

              dari suku Gad dua belas ribu,

        6      dari suku Asyer dua belas ribu,

              dari suku Naftali dua belas ribu,

              dari suku Manasye dua belas ribu,

        7      dari suku Simeon dua belas ribu,

              dari suku Lewi dua belas ribu,

              dari suku Isakhar dua belas ribu,

        8      dari suku Zebulon dua belas ribu,

              dari suku Yusuf dua belas ribu,

              dari suku Benyamin dua belas ribu.

(Why. 7:1-8)

4 Jawab Yesus kepada mereka: ”Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. (Mat. 24:4-8)

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. (Why. 6:9)

Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan? (Why. 6:17)

PENGGALIAN ALKITAB

  • Keempat penjuru bumi… keempat angin bumi (ay. 1). Angin di sini menggambarkan kerusakan yang akan diberikan Allah atas dunia (seperti gambaran dalam Perjanjian Lama, mis. Dan. 7:2). Akan ada kerusakan di seluruh penjuru dunia akibat kejahatan manusia.

Kerusakan akibat kejahatan manusia akan semakin membesar menjelang akhir zaman. Tetapi jangan takut karena di bagian ini ada janji penyertaan Tuhan yang dinyatakan. Percaya kepada Tuhan Yesus dan hidup taat sepenuhnya bagi Dia, seberat apapun tantangan yang menghadang, adalah satu-satunya pilihan yang baik yang bisa dijalani oleh manusia di muka bumi ini.

  • Dimeteraikan (ay. 4). Meterai merupakan lambang kepemilikan dan juga perlindungan. Jadi, orang-orang yang dimeteraikan ini menggambarkan orang-orang yang dijadikan milik Allah karena mereka percaya pada Kristus. Mereka akan dilindungi ketika murka Allah datang.

Setelah Pentakosta, Roh Kudus telah diberikan bagi setiap orang percaya. Ini adalah jaminan bahwa kita adalah milik Allah sepenuhnya. Tidak ada yang sanggup merebut kita dari-Nya.

  • … seratus empat puluh empat ribu … dari semua suku keturunan Israel (ay. 4). Sebagian kalangan, misalnya kaum dispensasionalis, memahami ini adalah Israel secara harfiah. Namun selaras dengan simbolisme yang banyak dipakai Yohanes dalam kitab ini dan juga budaya waktu itu saya meyakini bahwa 144.000 mengacu pada lengkapnya jumlah umat Tuhan. Misalnya, Tuhan Yesus memerintahkan untuk memberi pengampunan sebanyak 70 x 7 kali, bukan secara harfiah, tetapi menunjukkan pengampunan tiada batas. Demikian juga untuk angka 144.000 (12 x 12 x 1000, angka-angka yang menunjukkan ‘penuh’/’lengkap’) menunjukkan tidak ada seorang pun yang ketinggalan. Mereka adalah orang-orang yang tergabung dalam gereja Tuhan (orang-orang yang percaya pada Kristus, baik Yahudi maupun non-Yahudi).

Penglihatan ini menjadi refleksi bagi kita bahwa walaupun sekarang ini kejahatan manusia tampak menang/dibiarkan oleh Allah, tetapi sebenarnya akan ada akibat yang akan ditanggung di kemudian hari. Allah tetap berdaulat dan maha kuasa, Dia akan menghakimi kejahatan yang dilakukan manusia. Orang-orang yang percaya kepada Kristus akan terlindung dari semuanya. Bukan dalam arti terhidar dari setiap kesengsaraan duniawi, tetapi dikuatkan dalam menanggung masa-masa berat itu dan iman mereka dipegang teguh oleh Tuhan. Tidak ada kesengsaraan di dunia ini yang lebih besar dibanding perlindungan Tuhan bagi iman orang percaya.

Related Post

Leave a Reply